Layanan Kami

Fistula

Fistula

Fistula adalah sambungan (saluran) tidak normal antara 2 permukaan tubuh.

Hal ini dapat terjadi di mana pun di dalam tubuh. Ini terjadi akibat infeksi awal yang menyebar, mempengaruhi jaringan di sekitar lokasi asal. Tergantung pada lokasi, hal ini dapat mengakibatkan nyeri dan sakit yang cukup hebat.

Apa Itu Fistula Anus?

Fistula anus adalah saluran tidak normal antara kulit (di sekitar anus) dan permukaan dalam anus (kanal anus) atau rektum. Disebut juga sebagai fistula-in-ano.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi kelenjar anus. Sebaliknya, 50% abses anus diawali dengan fistula.

Gejala

Wajar jika muncul bengkak kemerahan pada kulit anus. Pasien juga mengeluhkan siklus infeksi dengan bengkak yang nyeri, buang air disertai nanah atau darah, lalu diikuti periode tenang kemudian kambuh setelah beberapa minggu atau bulan.

Selama infeksi, mungkin terjadi perianal cellulitis (kemerahan pada kulit anus), nyeri, bengkak, dan demam. Jika nyeri cukup parah, mungkin akan memicu sulit buang air kecil.

Pemeriksaan

Spesialis kami akan melihat riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik secara detail. Kebanyakan fistula dapat diidentifikasi dengan bengkak kemerahan pada kulit di sekitar lubang anus. Bengkak ini menunjukkan lubang eksternal fistula dan sedikit tekanan dapat mengeluarkan aliran nanah atau darah dari lubang ini. Pemeriksaan rektum secara digital dapat menunjukkan saluran di dalam anus, walaupun biasanya lubang internal jarang terlihat tanpa tes yang lebih detail, seperti MRI.

Perawatan

Operasi adalah perawatan paling efektif pada kebanyakan kasus. Jenis operasi tergantung pada sifat fistula, yaitu lokasi lubang dan jumlah otot anus yang terkena dampak. Kunci operasi fistula adalah mencari lubang internal dan memastikannya ditutup atau dibuang. Spesialis kami akan menyesuaikan perawatan Anda, berdasarkan riwayat kesehatan dan jenis fistula Anda.

Operasi ini biasanya menggunakan bius umum, dan dapat diselesaikan sebagai prosedur operasi satu hari, tidak perlu rawat inap. Operasi ini meliputi memotong beberapa otot secara presisi dan seimbang untuk meminimalkan kambuh, dan tidak memotong terlalu banyak otot untuk meminimalkan inkontinensia.

Opsi perawatan utama untuk fistula anus meliputi:

Fistulotomi atau Teknik Lay Open

Tipe operasi yang paling efisien adalah teknik lay open atau fistulotomi. Operasi ini memotong sedikit otot sfingter anus untuk membuka saluran, yang kemudian akan sembuh dari luar dan dalam.

Operasi ini cocok untuk fistula yang tidak melibatkan banyak otot, di mana risiko inkontinensia sangat minim.

Teknik Seton

Seton adalah benang operasi dari plastik atau karet yang dipasang ke dalam saluran dan dikencangkan pada otot anus. Teknik ini digunakan saat lubang internal fistula berada di dalam rektum atau cukup tinggi di dalam anus sehingga membuat lay open kurang aman karena harus memotong banyak otot dan menyebabkan inkontinensia. Selain itu, seton digunakan jika terdapat infeksi atau beberapa saluran fistula, misalnya pada pasien penderita penyakit Crohn, dan teknik ini mungkin menjadi bagian dari prosedur bertahap.

Seton dapat digunakan untuk mengeluarkan nanah dan memotong otot dengan aman dan perlahan untuk menyembuhkannya, menekan turun saluran ke kulit. Mungkin diperlukan operasi kedua untuk membuang seton setelah mulai aman atau saat infeksi reda.

Teknik seton adalah prosedur yang sangat aman tanpa risiko merusak otot anus (sfingter). Tapi sayangnya, sering kali diperlukan operasi kedua atau lebih.

Prosedur Flap Maju

Prosedur Flap Maju Ini adalah prosedur yang lebih kompleks untuk memotong lubang internal kemudian membuang garis dalam kanal anus di sekitarnya (flap) dan memajukannya untuk menutup lubang internal sebelumnya dari dalam.

Prosedur ini adalah satu-satunya perawatan yang tersedia untuk fistula yang lebih kompleks dengan lubang internal yang lebih tinggi, yang tidak cocok untuk prosedur lay open.

Prosedur LIFT

Prosedur Ligation of Intersphincteric Fistula Tract (LIFT) mencakup identifikasi saluran fistula antara kelompok otot sphincter internal dan eksternal, lalu mengikat dan memotong saluran fistula. Tujuannya agar saluran dapat menembus otot sehingga meminimalkan pemotongan otot dan risiko inkontinensia dapat berkurang.

Lem Fibrin

Lem ini menggunakan bahan khusus (disebut lem fibrin) untuk mengisi rongga saluran. Ini adalah teknik sederhana untuk menyuntikkan fibrin ke dalam saluran, merangsang pertumbuhan jaringan tubuh untuk menutup saluran. Otot sphincter tidak akan dipotong sehingga meminimalkan risiko kerusakan pada otot dan inkontinensia.

Tapi, tingkat keberhasilan prosedur ini lebih rendah dibandingkan yang lain.

Kesehatan Andaadalah Komitmen Kami

Di Mark Wong Surgery, Kesehatan Anda adalah Prioritas Kami dan Kami Berkomitmen untuk memberikan Perawatan Khusus yang berhak Anda dapatkan.